Menikmati Matahari, Menikmati Generasi

Pada suatu hari, seorang kawan memperkenalkan kekasih barunya.  Beda usia mereka 19 tahun. Secara bercanda kami bilang, 19 tahun itu bukan beda usia, melainkan usia anak kita. Dan kami lebih terbahak ketika mengingat, salah seorang kawan sudah menikah pada tahun kelahiran kekasih kawan kami. Kita barangkali sering bercanda mengenai usia. Saling menertawakan generasi. Tersenyum lebar… Lanjutkan membaca Menikmati Matahari, Menikmati Generasi

Kekuatan Pikiran

Saya punya kebiasaan buruk, membiarkan banyak hal berkeliaran di dalam kepala pada satu waktu. Meski  kerap dikesankan ekstrovert, namun sesungguhnya saya tak piawai menyampaikan apa yang saya rasa dengan tepat. Alhasil, saya akan cenderung diam dan bermain dengan pikiran. Tak semua orang bisa memahami itu. Tak juga kawan dekat, bahkan tak juga diri saya sendiri.… Lanjutkan membaca Kekuatan Pikiran

Senja di Terujung Barat

SAJAK SABTU SORE . Langit jingga, sayang. Bagus, ya? Sebaik-baiknya menikmati, adalah duduk di sini. Maunya, berdua sampai mati. Senja ini, sayang. Tak pernah berubah. Rasaku padamu masih sama. Cinta. Rasaku pada pekik emak yang menyuruh pulang pun masih sama. Takut. Senja, memperkenalkanku pada cinta dan takut yang mendera bertubi-tubi. Sama kuat. Sama dahsyat. Debur… Lanjutkan membaca Senja di Terujung Barat

Kejujuran Malam

Saya selalu jatuh cinta pada malam. Karena menurut saya, malam menyimpan kejujuran. Kehidupan malam selalu berbeda dengan kehidupan siang hingga sore. Bahkan di tempat yang sama. Pada suatu sore saya main-main ke Pasar Baru. Tempat saya kabur semasa SMA dahulu. Membolos sekolah hanya karena teringat bakmi Gang Kelinci dan merasa yakin bahwa saya harus makan… Lanjutkan membaca Kejujuran Malam

There’s No Free Lunch

Istilah ini berawal pada abad ke-19 ketika bar-bar di Amerika memberikan penawaran makan gratis – “free lunch” – agar orang mau datang untuk membeli minuman. Lambat laun, muncul ungkapan there ain’t such thing as a free lunch atau there’s no such thing as a free lunch untuk mengungkapkan bahwa kita tidak mungkin mendapatkan sesuatu dengan… Lanjutkan membaca There’s No Free Lunch

Keep the Faith

Bayangkan sebuah pertemuan berbau reuni. Pernahkah kita berjumpa seorang kawan di situ, yang tampak sangat berbeda? Ia tidak hanya (jauh) lebih cantik dari masa SMA, juga tampak (jauh) lebih percaya diri. Bahkan cenderung mendongakkan kepala. Ada? Oh atau sebaliknya. Kawan yang dulu masuk kategori "mean girl", berubah bentuk menjadi orang yang duduk di pojok ruang.… Lanjutkan membaca Keep the Faith

Suara Sunyi

Pernahkah mendengar suara sunyi? Saya pernah. Tapi seorang kawan tertawa terkikik ketika saya menanyakan hal itu. Katanya, “Sunyi ya sunyi. Kok ada suaranya. Ya enggak mungkinlah.” Selama sekian detik saya terdiam. Namun sejurus kemudian saya mendebatnya, “Angin yang tak terlihat saja punya bunyi yang bisa kita dengar dengan jelas. Penjelasannya sangat ilmiah, kan? Begitu pun… Lanjutkan membaca Suara Sunyi

Walk the Talk

Seorang sahabat bertanya pada suatu pagi, “Apakah kamu menjalankan semua isi tulisanmu?” Yakin gagah berani saya menjawab cepat, “Ya iyalah!” Kawan baik saya itu menatap mata saya beberapa detik, lalu, “Masak?” Deg! Saya kaget. Hey, apa yang ia lihat di dalam diri saya, ya? Apa yang ia temukan dalam tulisan saya, ya? Apa? Perlahan saya… Lanjutkan membaca Walk the Talk

Permintaan Sederhana

SAJAK SABTU SORE . Permintaanku sederhana saja. Aku ingin di saat pulang nanti, Kawan-kawan terbaik mengular di belakang keranda. Kuingin dicintai, Sampai saatnya harus berakhir. Akankah kamu, Berada di antaranya? Bolehkah kuminta, Air matamu sedikit saja? Permintaanku hanya sederhana, Kamu ada, Saat aku tiada. 11 Oktober 2012, 09:13, Kopitiam Oey, Sabang

Unspoken Word(s)

Alkisah tentang dua sahabat yang sudah berkawan terbilang tahun. Sebutlah namanya Tyas dan Gerry. Hingga pada suatu hari mereka memutuskan untuk berkomitmen dalam cinta. Perkawanan yang sudah begitu lama membuat mereka berdua sudah sampai ke titik nyaman sempurna. Tak ada lagi yang perlu dirahasiakan. Wilayah pribadi menjadi sangat tipis.   Perjalanan kehidupan percintaan mereka baik-baik… Lanjutkan membaca Unspoken Word(s)