Perayaan Perempuan

Nyaris setiap perayaan hari Kartini, dulu ketika SD, saya akan merengut karena pasti didandani, pakai kain ke sekolah. Saya masih ingat rasa gerahnya. Keringat mengalir perlahan, lama-lama deras di punggung, di balik kebaya yang tak nyaman. Belum lagi kain yang melintir tak karuan. Biasanya, ibu saya yang pemuja kepraktisan, akan memakaikan kami kain-kain longgar yang… Lanjutkan membaca Perayaan Perempuan

Buat Apa Menahan?

Puasa dalam keyakinan saya, sepemahaman saya, adalah kewajiban yang harus dilakukan demi Sang Maha Kuasa. Untuk-Nya kita berpuasa. Murni tanggung jawab pribadi saya dengan Gusti Allah. Tidak ada campur tangan pihak lain. Bahkan, saking individunya, tidak ada teks atau bacaan yang membahas kita boleh minta bantuan ketika menjalankannya. Juga tidak ada teks yang mengatakan kita… Lanjutkan membaca Buat Apa Menahan?

Rabun Senja

Mata saya bermasalah sejak SMP. Struktur mata genetis yang diturunkan dari Eyang Kakung, Bapaknya Ibu. Struktur mata yang begitu kuat sehingga di rumah, selain Ibu, saya dan tiga adik semuanya berkacamata dengan minus di atas tiga. Adik nomor tiga menjalani lasik dan sekarang bebas kacamata. Ia membuat kami kalau foto-foto jadi seperti keluarga kebanyakan. Dulu… Lanjutkan membaca Rabun Senja

Hari Pertama Tiada

Kemarin ada kabar kematian yang mengenaskan dan mengejutkan. Ya... kematian kan selalu mengenaskan dan mengejutkan buat yang ditinggal. Hampir selalu begitu. Kecuali kita kelasnya sudah ikhlas batas langit mendekati sufi. Seorang perempuan usia 51, terjatuh di kamar mandi sekitar pukul 8 pagi, lalu meninggal dunia. Tidak jelas, karena jatuh ia berpulang, atau ia menderita sakit… Lanjutkan membaca Hari Pertama Tiada

Cinta Rahasia

SAJAK SELASA SIANG . Seorang perempuan cantik Berkerudung sari Mati Pagi tadi. . Ia pulang menyisakan kisah cinta rahasia. Meninggalkan lelaki luka Terkoyak Tiada sisa. . Seharusnya dia memberi tanda! Raung lelaki itu merana. Baru kubelikan dia nasi goreng kemarin sore! Tak henti ia mengutuk nasibnya. . Perempuan itu berangkat duluan. Tentu tanpa tanda. Apalagi… Lanjutkan membaca Cinta Rahasia

Mimpi di Atas Bantal

Sekian tahun lalu, dua kawan terlibat percakapan awang-awang. Mereka bermimpi, suatu hari nanti akan ada orang yang bikin album dengan media piringan hitam. Tentunya itu mimpi. Karena pencetak piringan hitam terdekat pada saat itu adalah di Singapura, harga tentu tak murah, belum lagi pemutarnya yang sudah sangat jarang. Kalau toh ada, mahal sekali. Mengapa mereka… Lanjutkan membaca Mimpi di Atas Bantal

Hitam + Putih = Abu-Abu

Ingatan saya pada pelajaran mencampur warna sewaktu SD tidak pernah hilang. Saya bahkan masih ingat peristiwa di kelas ketika guru menggambar mengajarkan percampuran warna primer. Kira-kira saat itu pagi menjelang siang, selepas jam istirahat pertama. Merah dicampur kuning menjadi jingga. ¬†Merah dan biru jadi ungu. Semua warna bila dicampur putih menjadi muda. Sebaliknya, semua warna… Lanjutkan membaca Hitam + Putih = Abu-Abu

Emosi: Reaksi atau Keputusan?

Seorang kawan wajahnya selalu gembira. Cerah cerita. Pada kondisi paling genting sekalipun, ia akan tersenyum, lebar, mata berbinar. Kami semua pernah berpikir, ia pasti tak punya persoalan. Semakin usia bertambah, kami mulai menduga, ia adalah orang yang bisa menyembunyikan pedih-derita hidupnya. Karena, mana ada manusia normal yang tak punya persoalan. Iya, kan? Apa benar ia… Lanjutkan membaca Emosi: Reaksi atau Keputusan?

Sebesar-besarnya Besar, Bisa Seberapa Besar?

Alkisah seorang direktur berusia 50 sekian, gagal ginjal. Ia harus menjalani cuci darah seminggu tiga kali. Namun, ia masih bekerja full time. Tak hanya itu, ia sudah tiba di tempat kerja pukul 07.00 pagi. Juga tak hanya itu, ia pulang kantor tak pernah kala matahari masih ada.¬† Tak sekali pun pernah terdengar ia mengeluhkan sakitnya.… Lanjutkan membaca Sebesar-besarnya Besar, Bisa Seberapa Besar?